PROGRAM MAGANG IDUKA 2023: DINAS KEBUDAYAAN BULELENG

               Penulis: Gusti Km Arysuta Prayoga                                                27 Desember 2023



 Program Magang IDUKA 2023 yang penulis ikuti dilaksanakan di Jalan Veteran No. 23 Singaraja, Kelurahan Paket Agung, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Indonesia, bertempat di Dinas Kebudayaan Buleleng.

Program magang IDUKA 2023 yang diadakan oleh Universitas Pendidikan Ganesha merupakan implementasi sistematis dan terkoordinasi antara program pendidikan dan penguasaan keahlian yang diperoleh melalui pengalaman langsung di dunia kerja, bertujuan untuk mencapai tingkat keahlian tertentu. Salah satu inisiatif dalam kerangka kebijakan ini adalah program Kampus Merdeka, yang merupakan bagian dari Hak Belajar Tiga Semester di Luar Program Studi (Kemendikbudristek, 2020). Program magang IDUKA 2023 merupakan bagian dari Hak Belajar Tiga Semester di Luar Program Studi ini, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan teori yang telah dipelajari dalam konteks dunia kerja nyata. 

    Dinas Kebudayaan Buleleng adalah lembaga teknis pelaksana yang merupakan bagian dari pemerintah Kabupaten Buleleng sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Buleleng Nomor 13 Tahun 2016, tertanggal 30 November 2016, yang mengatur pembentukan dan susunan Perangkat Daerah. Struktur organisasi Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng melibatkan seorang Kepala Dinas, satu Sekretaris, tiga Kepala Bidang, sepuluh Kepala Pamong/kasubag, dan satu Kepala UPTD Gedong Kertya.

 

      Dinas Kebudayaan Buleleng bertanggung jawab membantu Bupati dalam melaksanakan urusan pemerintah di bidang kebudayaan dengan fokus pada pengembangan potensi kebudayaan di Buleleng. Tugasnya juga mencakup pelestarian warisan budaya tak benda yang diwariskan oleh nenek moyang kita. Alamat kantor Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng terletak di Jalan Veteran No. 23, Singaraja-Bali, dengan batas wilayah yang dijelaskan lebih lanjut:


1)      Sebelah Utara        :    Berbatasan dengan Dinas Kesehatan

2)      Sebelah Selatan     :    Berbatasan dengan Puri Buleleng

3)      Sebelah Timur       :    Berbatasan dengan Pasar Buleleng

4)   Sebelah Barat         :   Berbatasan dengan Lapas II Singaraja




Selama periode magang di Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, peserta  ditempatkan di Bidang Sejarah dan Cagar Budaya, terutama fokus pada pengelolaan Museum Buleleng. Dalam pelaksanaan magang, terdapat beberapa tahapan kerja yang dijalankan, seperti pada:

1)    Menjaga Tarif Masuk ke Museum

Dalam menjaga tarif museum, langkah yang diambil melibatkan penyambutan tamu dengan ramah dan sopan, dimulai dengan memberikan salam untuk menciptakan kesan positif bagi pengunjung museum. Selanjutnya, dilakukan pengecekan terkait kepemilikan surat kunjungan oleh pengunjung, terutama bagi mereka yang berasal dari sekolah atau kampus. Pengunjung yang membawa surat kunjungan biasanya tidak dikenai biaya masuk, sementara pengunjung tanpa surat kunjungan akan dikenakan tarif sebesar Rp 10.000 per orang, termasuk baik pengunjung lokal maupun internasional. Setelah itu, pengunjung diminta untuk mengisi buku daftar kunjungan yang mencakup informasi seperti nama, alamat, asal pengunjung/nationality, dan tanda tangan sebagai tanda kehadiran.

 

2)    Menghandle Guest/Tamu yang Berkungjung ke Museum

Dalam melayani pengunjung museum, penting untuk menggunakan bahasa dan sikap yang sopan guna menciptakan suasana yang nyaman. Selain itu, cara penyampaian informasi atau penjelasan mengenai artefak di dalam museum juga harus menarik. Pelayanan terhadap pengunjung dimulai dengan mengajak mereka ke ruangan pertama yang memamerkan gambar dan lukisan-lukisan bersejarah, seperti mobil pada masa prasejarah, wayang, dan patung-patung dewa yang dihormati oleh masyarakat Hindu di Bali. Ruangan kedua, yaitu ruangan etnografis, menampilkan berbagai peralatan rumah tangga yang digunakan pada zaman dahulu, termasuk tombak, alat pertanian tenggala/bajak, alat rumah tangga seperti piring kau, procot, gandek, dan lainnya. Selain itu, ruangan ini juga menampilkan artefak prasejarah seperti patung, senjata batu, serta benda-benda kuburan seperti gelang, manik-manik, dan koin-koin.

 

Setelah itu, pengunjung didampingi untuk menjelajahi artefak kepurbakalaan yang terletak di halaman museum, termasuk beberapa sarkofagus yang berasal dari berbagai desa di Buleleng.

 

3)    Melakukan Pemeliharaan terhadap Koleksi Barang di Museum

Upaya pemeliharaan koleksi museum dilakukan secara berkala guna menjaga kondisi koleksi agar tetap optimal. Kegiatan ini dilaksanakan dengan bantuan dari staf museum yang memiliki pengetahuan lebih dalam tentang metode membersihkan koleksi dan pemeliharaan jumlah koleksi secara keseluruhan. Proses pemeliharaan museum dimulai dengan membersihkan koleksi yang terletak di luar lemari penyimpanan dan melanjutkan dengan membersihkan lemari penyimpanan itu sendiri, termasuk penghilangan debu dan pembersihan kaca lemari. Selain itu, koleksi di museum juga diperiksa jumlahnya dan kondisinya untuk memastikan tidak ada barang atau koleksi yang hilang atau rusak akibat interaksi pengunjung.

 

4)    Menjalankan Kewajiban untuk Membantu Kegiatan Bidang Sejarah dan Cagar Budaya

·       Lomba Menggambar

Lomba Menggambar yang diselenggarakan pada Kamis, 2 November di Situs Cagar Budaya mengangkat tema tokoh "Nyoman Rai Srimben" dan diikuti oleh 50 peserta tingkat SD dari berbagai sekolah di Kecamatan Buleleng. Sementara itu, pada Jumat, 3 November, kegiatan ini dilanjutkan dengan melibatkan 50 peserta dari tingkat SMP di Kecamatan Buleleng. Pelaksanaan kegiatan dimulai dari pukul 07.30 hingga 12.00 dengan rangkaian acara dari registrasi hingga pengumuman hasil juara.

 

Dalam penyelenggaraan lomba menggambar, tugas dan proses kerja mencakup persiapan tempat, pemasangan spanduk, penataan kursi, meja, dan pengaturan sound system. Tim juga bertanggung jawab untuk mengambil dan mendistribusikan konsumsi kepada peserta lomba dan tamu undangan. Setelah lomba selesai, tugas terakhir melibatkan membersihkan tempat dan mengembalikan barang serta peralatan ke Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng.

 

·       Pendataan Cagar Budaya yaitu Bangunan Pura

Terlibat aktif dalam kegiatan inventarisasi cagar budaya yang berlangsung di Pura Sari Besikan Desa Bungkulan. Dalam kegiatan ini, kami turut serta dalam membantu pencatatan profil pura, termasuk mencatat dimensi bangunan bale, arca, pilar, dan elemen lainnya. Selain itu, kontribusi kami juga melibatkan dokumentasi bangunan pura dan artefak bersejarah yang terdapat di sana, menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian dan dokumentasi warisan budaya yang berharga.

 

·       Eksebisi Permainan Tradisional “Mejaran-jaranan”

Sebagai upaya untuk melestarikan permainan rakyat di tengah era digital, Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kebudayaan mengadakan program eksibisi permainan mejaran-jaranan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan warisan budaya ini kepada generasi milenial, khususnya anak-anak Sekolah Dasar di wilayah Kelurahan Banyuning. Lokasi kegiatan berada di Wantilan Pura Dalem Banyuning Timur, Kecamatan Buleleng. Peran kami dalam kegiatan ini melibatkan berbagai tugas, mulai dari penataan tempat eksebisi, pengaturan kursi, hingga pemasangan spanduk acara. Selain itu, kami juga turut membantu dalam distribusi konsumsi kepada undangan dan peserta eksebisi, termasuk siswa SD yang berpartisipasi dalam acara ini. Sebagai langkah terakhir, kami turut serta dalam merapihkan tempat kegiatan, membersihkan area, dan mengembalikan peralatan yang digunakan selama kegiatan kepada Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng.

Kendala dan Solusi

1. Kendala/Hambatan

a)             Beberapa lokasi penyajian koleksi di museum, seperti pameran gambar dan lukisan, tampak kurang menarik. Hal ini disebabkan oleh kerusakan alas lukisan yang terbuat dari styrofoam yang telah menjadi rapuh dan tidak dapat digunakan lagi. Keadaan ini dapat memengaruhi kesan tamu yang berkunjung, membuat mereka merasa kurang puas dengan kondisi museum.

 

b)            Jumlah benda atau koleksi yang dipamerkan di Museum Buleleng yang tergolong sedikit dapat menjadi penyebab kurangnya minat masyarakat atau pengunjung untuk mengunjungi museum tersebut. Situasi ini dapat diperparah oleh kurangnya variasi dan keragaman dalam koleksi, yang mungkin tidak mencukupi untuk memenuhi minat dan ekspektasi berbagai kelompok pengunjung. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan dan diversifikasi koleksi di museum, serta upaya pemasaran dan promosi yang lebih efektif untuk meningkatkan daya tarik dan kesadaran masyarakat terhadap potensi yang ada di Museum Buleleng.

 

c)             Minimnya publikasi dan promosi terkait dengan Museum Buleleng menjadi penyebab, terkadang dalam periode satu atau dua hari, museum tersebut sepi pengunjung. Dibutuhkan upaya lebih lanjut dalam menyosialisasikan keberadaan dan keunikan museum ini kepada masyarakat.

 

2. Solusi

a)             Diperlukan perhatian dan peningkatan usaha dalam merawat museum, termasuk koleksi dan alas yang digunakan untuk memajang karya seni sejarah seperti lukisan dan gambar. Pengelolaan anggaran untuk pemeliharaan museum harus dioptimalkan dengan baik agar dapat mencegah kerusakan pada tempat penyimpanan koleksi museum. Hal ini bertujuan agar pengunjung dapat merasa nyaman dan memperoleh kesan puas ketika mengunjungi museum. Untuk meningkatkan pengalaman pengunjung, perlu dilakukan perbaikan dan penggantian alas lukisan yang rusak dengan bahan yang lebih tahan lama dan estetis. Selain itu, pembaruan tata letak dan presentasi koleksi dapat membantu menciptakan atmosfer yang lebih menarik dan memikat bagi para pengunjung museum

 

b)            Penting untuk menambahkan koleksi museum dengan lebih banyak benda, mengingat masih banyak benda bersejarah yang sering ditemukan di berbagai desa di Kabupaten Buleleng. Upaya ini dapat dilakukan melalui kunjungan ke berbagai desa yang memiliki benda-benda bersejarah, dilanjutkan dengan sosialisasi dan kerjasama dengan pihak desa untuk melestarikan serta memamerkan benda-benda bersejarah tersebut di museum. Dengan cara ini, museum dapat mengenalkan lebih banyak warisan sejarah yang beragam kepada pengunjung dan memberikan dampak positif terhadap pemeliharaan budaya lokal.


c)            Untuk meningkatkan tingkat pengetahuan masyarakat tentang Museum Buleleng secara menyeluruh, langkah penting yang perlu diambil adalah memperkenalkannya melalui penyuluhan kepada siswa dari berbagai tingkat pendidikan. Selain itu, pembuatan media sosial menjadi hal yang tak kalah signifikan dalam era teknologi saat ini, karena dapat memberikan dampak besar dalam memperluas jangkauan publikasi museum. Dengan demikian, Museum Buleleng dapat menjadi lebih dikenal oleh masyarakat luas, dan diharapkan jumlah pengunjung yang tertarik untuk mengunjungi museum ini dapat meningkat secara signifikan.. Meningkatkan promosi melalui berbagai saluran, termasuk media sosial, papan informasi, dan kerjasama dengan pihak-pihak terkait, dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dan menarik minat pengunjung untuk mengunjungi museum. Selain itu, melibatkan masyarakat lokal dan berbagai kelompok komunitas dalam kegiatan atau acara di museum juga dapat menjadi strategi untuk meningkatkan kunjungan dan membangun hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat sekitar. 


Demikianlah Blog tentang pengalaman magang di Dinas Kebudayaan Buleleng. Semoga bermanfaat!

Komentar